Wednesday, July 6, 2011

Gen

Gen (dari bahasa Belanda: gen) adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein, polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya. Batasan modern gen adalah suatu lokasi tertentu pada genom yang berhubungan dengan pewarisan sifat dan dapat dihubungkan dengan fungsi sebagai regulator (pengendali), sasaran transkripsi, atau peran-peran fungsional lainnya[1][2]. Penggunaan "gen" dalam percakapan sehari-hari (misalnya "gen cerdas" atau "gen warna rambut") sering kali dimaksudkan untuk alel: pilihan variasi yang tersedia oleh suatu gen. Meskipun ekspresi alel dapat serupa, orang lebih sering menggunakan istilah alel untuk ekspresi gen yang secara fenotipik berbeda. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya melalui suatu proses reproduksi, bersama-sama dengan DNA yang membawanya. Dengan demikian, informasi yang menjaga keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga.
Pada eukariota, gen terdiri dari:
  • domain regulasi inisiasi transkripsi, yang terdiri antara lain dari:deret GCCACACCC, ATGCAAAT, kotak GC, kotak CCAAT dan kotak TATA.
  • intron
  • ekson, merupakan area kodikasi protein yang dapat ditranskripsi secara overlapping atau nonoverlapping. Sebagai contoh, pada kode dengan tiga deret nukleotida (kodon triplet) AUU GCU CAG, dapat secara dibaca nonoverlapping sebagai AUU GCU CAG atau dibaca secara overlapping sebagai AUU UUG UGC GCU CUC CAG. Walaupun pada sekitar tahun 1961, telah diketahui bahwa asam amino dikodikasi oleh kodon secara nonoverlapping, telah ditemukan protein berbeda hasil transkripsi dengan pergeseran overlapping kodon.
  • domain regulasi akhir transkripsi

Thursday, June 30, 2011

Bioetanol Gel

Bioetanol gel merupakan suatu campuran antara bioetanol dan gel sehingga bioetanol yang mula-mula berbentuk cair berubah menjadi gel.

Keunggulan bioetanol gel:
Keunggulan dari bioetanol gel adalah praktis, relatif murah, dan aman digunakan. Praktis karena berbentuk gel, sehingga dapat disimpan di manapun dan tidak mudah tumpah. Selain itu, produk
ini murah di tengah melonjaknya harga minyak dunia. Bioetanol gel merupakan produk aman karena tidak volatile serta tidak mengeluarkan asap atau gas beracun ketika dibakar, sehingga ramah terhadap lingkungan dan aman bagi kesehatan.

Pembuatan Bioetanol Gel
Untuk membentuk gel diperlukan bahan pengental bioetanol.
Bahan yang digunakan dapat berupa carbomer atau kalsium asetat yang merupakan polimer sintetik dari asam akrilik. Kalsium asetat atau carbomer dicampurkan ke dalam aquadest dan dihomogenisasi. Lalu, beberapa mililiter Natrium Hidroksida (NaOH) ditambahkan ke dalam campuran agar terbentuk gel. Tujuannya untuk mengubah pH campuran menjadi semakin basa karena gel akan terbentuk jika pH campuran meningkat. Selanjutnya, bioetanol yang sudah dibuat sebelumnya dicampurkan ke dalam gel dan dihomogenisasi.

Biodiesel

Biodiesel merupakan methyl ester yang dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti solar